kabar islam terkini


Sinisme Paus Benediktus XVI

Posted in news by islamkini on 18 September 2006

Republika Senin, 18 September 2006
”Tak ada reformasi yang bisa diharapkan dalam beberapa tahun mendatang. bahkan akan banyak lagi orang yang akan menjauhi gereja,” kata direktur gereja oikumene Kirche von Unten di Jerman, Bernd Goehring. Kalimat itu ‘menyambut’ rencana pencalonan Kardinal Joseph Ratzinger untuk ikut pemilihan paus, sepeninggal Paus Yohannes Paulus II, April 2005. Goehring tak setuju Ratzinger maju menjadi calon paus karena pemikirannya konservatif.

Tak hanya Goering yang memeberi sambutan negatif. Menjelang prosesi pemilihan atau yang disebut konklaf majalah Jerman, Der Spiegel, menggelar jajak pendapat. Mayoritas responden (36 persen) menentang pencalonan Ratzinger. Mereka yang mendukung hanya 29 persen. Namun Joseph Ratzinger kemudian terpilih menjadi paus, dan menyandang nama Paus Benediktus XVI. ”Ini adalah kemenangan bagi kapitalis kanan yang dogmatik,” kata ahli teologi Argentina, Ruben Dri, dari University of Buenos Aires.

Nada miring kalangan yang tak sepaham dengan Paus Benediktus, kini makin menemukan momentumnya. Kuliah teologi Paus kepada staf pengajar dan mahasiswa University of Regensburg, Jerman, Selasa (12/9), menyinggung perasaan umat Islam. Dengan mengutip sejarah, dalam ceramah itu dia menyatakan bahwa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW tidak lain adalah hal yang berbau iblis dan tidak manusiawi.

Pernyataan tersebut memberi garis yang sangat tegas betapa Paus Benediktus berbeda pandangan soal Islam dengan paus sebelumnya. Paus Paulus Yohannes II dikenal sebagai paus pertama yang masuk masjid. Ini adalah simbol dari keinginannya untuk membuka dialog yang intensif dengan dunia Islam.

Sementara Paus Benediktus justru sebaliknya. Sejak menjadi kardinal, perasaan tidak sukanya terhadap Islam sangat terlihat. Dengan alasan Islam (meski tak disebut secara vulgar), dia menentang secara keras masuknya Turki sebagai anggota Uni Eropa. Menurut dia, Eropa harus dipertahankan budayanya yang kental berwarna Kristen.

Sikap sinis terhadap Islam juga pernah dia tunjukkan lewat bahasa non-verbal. Lewat sikap sinis itu dia masuk dalam kalangan yang mencitrakan Islam sebagai pemicu aksi terorisme. Saat bertemu tokoh Islam Jerman di Cologne setelah terpilih menjadi paus dia menyeru audiens untuk mendidik generasi muda Muslim sebagai bagian dari bentuk perlawanan terhadap terorisme. Dia memandang tokoh Islam berperan penting dalam mengendalikan generasi mudanya dari perilaku barbar.

Sementara, pesan serupa tidak dia katakan saat bertemu dengan tokoh Yahudi dalam kunjungannya ke Jerman Agustus 2005. Dalam kunjungan tersebut, dia terlebih dulu mendatangi sinagog tempat peribadatan Yahudi dan baru menemui tokoh-tokoh Muslim. Ini seolah-oleh menempatkan Yahudi sebagai umat yang bersih dari tindakan terorisme.

Mahmud Askar, salah satu tokoh Muslim di Cologne pun menyambut pesan itu dengan kecewa. ”Tidak ada satu pun manusia yang pernah menyalahkan umat Kristiani saat terjadi aksi teror. Tapi, Muslim selalu saja disalahkan saat terjadi teror. Langkah apa lagi yang harus ditempuh untuk menunjukkan bahwa kami bukan teroris?” tutur Mahmud seperti dimuat di Los Angeles Times.

Tak hanya itu, pada 1996, Paus juga pernah membuat tulisan yang mengandung unsur penghinaan terhadap Islam. Dalam tulisannya, seperti dilaporkan situs BBC dia mengatakan bahwa agama Islam memiliki kesulitan untuk diadaptasikan dengan kehidupan modern.

Analis situs BBC, Peter Gould, mencatat bahwa salah satu sikap ‘keras’ Paus terhadap Islam juga ditunjukkan dengan keputusannya untuk memecat Michael Fitzgerald. Pria kelahiran Inggris ini adalah penanggung jawab departemen yang mengurusi dialog antaragama di Vatikan. Departemen ini mendapat banyak dukungan semasa Paus Yohannes Paulus II masih memimpin tahta Vatikan. Lembaga ini pula yang menjadi ujung tombak dialog Vatikan dengan agama lain. Fitzgerald kemudian dipindahkan ke Mesir.

Banyak pihak mengkhawatirkan keputusan ‘pemecatan’ tersebut membuat Paus semakin kehilangan wisdom dalam mengambil keputusan. Thomas Reese, salah satu romo di Vatikan menyebut pemindahan Fitzgerald ke Mesir itu sebagai keputusan yang paling buruk. ”Dia (Fitzgerald) adalah orang cerdas yang menghubungkan Vatikan dengan dunia Islam,” ujar dia. Setelah Fitzgard dipindahkan, paus pun seperti menutup pintu dialognya dengan umat Islam.

Dalam beberapa kesempatan, dia memang berpesan soal pentingnya dialog antara Islam dan Kristen. Namun pesan seperti itu tak diiringinya dengan perilaku yang memberi dukungan kuat bagi berlangsungnya dialog harmonis Islam dan Kristen. Setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial kali ini, Paus juga telah merencanakan perjalannya ke Turki pada November mendatang. Namun beberapa tokoh Muslim di Tukri mengharapkan agar Paus membatalkan rencannya itu.

Salah satu penolakan itu datang dari seorang ulama Tukri bernama Ali Bardakoglu. Dia mengaku tidak bisa melihat adanya kehendak yang baik dari Paus dalam kunjungannya ke dunia Islam. Sebelum mengunjungi dunia Islam, dia menyarankan Paus untuk menghilangkan perasaan sinisnya terhadap agama yang diwahyukan melalui Nabi Muhammad SAW itu. irf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: